Ikram Al Giffari Jadi Tembok Semen Padang, 8 Kali Gagalkan PSIS

Berita, Olahraga, Terbaru298 Dilihat

Bekasi, InvestigasiPublik.com — Penjaga gawang muda Semen Padang FC, Ikram Al Giffari, tampil gemilang saat menghadapi PSIS Semarang pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam.

Meski Semen Padang FC akhirnya harus puas bermain imbang 1-1, Ikram menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Ia mencatatkan delapan penyelamatan sepanjang 90 menit pertandingan.

PSIS tampil agresif sejak awal laga. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu mencatatkan penguasaan bola 53 persen, sedangkan Semen Padang FC 47 persen.

Tekanan PSIS juga terlihat dari jumlah tembakan. Tuan rumah melepaskan 12 tembakan, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang Semen Padang FC.

Delapan tembakan tepat sasaran tersebut seluruhnya berhasil diantisipasi Ikram. Penyelamatan demi penyelamatan membuat gawang Kabau Sirah tetap aman meski terus berada di bawah tekanan.

Penampilan Ikram bahkan membuat Semen Padang FC mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

Namun, clean sheet yang berada di depan mata akhirnya sirna pada menit ke-89. Penyerang veteran PSIS, Hari Nur Yulianto, berhasil memanfaatkan peluang untuk menaklukkan Ikram dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran PSIS yang berhasil melewati penjagaan Ikram. Dari delapan tembakan yang mengarah ke gawang, tujuh berhasil digagalkan sebelum satu peluang terakhir berbuah gol.

Di sisi lain, Semen Padang FC menghasilkan 11 tembakan sepanjang pertandingan dengan empat di antaranya tepat sasaran.

PSIS juga unggul dalam distribusi bola dengan mencatatkan 339 umpan sukses dan akurasi umpan mencapai 89 persen. Laskar Mahesa Jenar juga memperoleh lima sepak pojok, sedangkan Semen Padang FC mencatatkan empat sepak pojok.

Statistik tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang harus dihadapi Semen Padang FC sepanjang pertandingan. Dalam situasi tersebut, performa Ikram di bawah mistar menjadi salah satu faktor penting yang membuat Kabau Sirah mampu mempertahankan keunggulan hingga penghujung laga.

Hasil imbang 1-1 membuat Semen Padang FC gagal mempertahankan kemenangan hingga peluit akhir. Bagi Ikram, kegagalan mencatat clean sheet menjadi catatan tersendiri.

Namun, delapan penyelamatan yang dibuatnya menunjukkan kontribusi penting sang kiper muda dalam pertandingan tersebut.

Gawang Kabau Sirah akhirnya bobol pada menit ke-89. Sebelum itu, Ikram sudah delapan kali menggagalkan peluang PSIS dan menjaga Semen Padang FC tetap berada dalam posisi unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *