Mahyeldi Dorong Penguatan Bahasa Arab untuk Generasi Muda Sumbar

Berita, Daerah, Terbaru512 Dilihat

Bukittinggi, InvestigasiPublik.com — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumatera Barat memperkuat pembelajaran dan pengembangan bahasa Arab sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keislaman serta menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa dan wawasan keagamaan.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional S2 PBD sekaligus pelantikan Pengurus IMLA Sumatera Barat di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sabtu (19/9/2026).

Mahyeldi menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus IMLA Sumatera Barat yang akan menjalankan amanah hingga 2030. Ia berharap kepengurusan IMLA yang kembali aktif setelah sempat vakum selama dua tahun dapat memperkuat pengajaran bahasa Arab di Sumatera Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya ucapkan selamat kepada Ketua dan IMLA Provinsi Sumatera Barat. Mudah-mudahan dengan telah dikukuhkannya kepengurusan IMLA Sumatera Barat, pengajaran bahasa Arab akan lebih terurus lagi,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kemampuan berbahasa Arab tidak hanya penting untuk memahami Al-Qur’an dan literatur keislaman, tetapi juga membuka akses terhadap ilmu pengetahuan dan perkembangan peradaban yang menggunakan bahasa tersebut.

Ia mengatakan Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam pembelajaran bahasa Arab. Mahyeldi bahkan mengenang pengalamannya mempelajari bahasa Arab ketika duduk di bangku SMA di Bukittinggi pada dekade 1980-an.

Saat itu, kata dia, pembelajaran bahasa Arab berkembang melalui masjid dan berbagai lembaga pendidikan di daerah tersebut.

“Bahasa Arab ini memang perlu kita kembangkan, kita tingkatkan, karena merupakan bagian dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an dan sebagainya,” katanya.

Mahyeldi menilai penguatan bahasa Arab juga sejalan dengan karakter kehidupan masyarakat Sumatera Barat yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Karena itu, ia berharap pengembangan bahasa Arab dapat berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman keagamaan dan kaderisasi generasi muda.

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi Islam dan madrasah dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Arab. Keberadaan tiga UIN di Sumatera Barat, yakni UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dinilai dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab di tengah masyarakat.

“Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban,” tuturnya.

Dorong Program Hamka Muda

Selain penguatan pembelajaran bahasa Arab, Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui program Hamka Muda.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi potensial melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3. Para penerima program diharapkan nantinya kembali dan berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Barat.

“InsyaAllah kita sangat konsen dengan ini. Karena inilah backbone-nya Sumatra Barat. Memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga membuka peluang kolaborasi antara IMLA dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyusun berbagai program pengembangan bahasa Arab bagi generasi muda.

Ia menawarkan pemanfaatan fasilitas milik Pemprov Sumbar di Bukittinggi, termasuk Istana Bung Hatta, sebagai salah satu lokasi kegiatan yang dapat digunakan untuk memotivasi generasi muda agar semakin tertarik mempelajari bahasa Arab.

“Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung,” ujar Mahyeldi.

Ia berharap pengukuhan kepengurusan IMLA Sumatera Barat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pembelajaran bahasa Arab secara lebih luas. Penguatan tersebut diharapkan turut memperbesar peran pendidik, ulama, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan bahasa sekaligus pemahaman keagamaan. (DY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *