Padang, InvestigasiPublik.com— Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak banjir di Kampung Parit, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Sabtu (19/9/2026).
Bantuan sebanyak satu tangki air bersih tersebut disalurkan setelah jaringan air bersih warga mengalami kerusakan akibat banjir yang menerjang kawasan itu pada Jumat (18/9/2026) malam.
Pendistribusian bantuan dipimpin langsung Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Saiyo Pasaman, Deddy Eka Putra, SE. Begitu mobil tangki tiba di lokasi, puluhan warga langsung mendatangi kendaraan dengan membawa jeriken, ember dan berbagai wadah lainnya untuk mengambil air.
“Bana-bana taraso sangek mambantu,” ujar seorang warga sambil membawa dua ember berisi air.
Warga lainnya juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan di tengah kondisi pascabanjir.
“Tarimokasih untuk Bapak-bapak di PDAM Tirta Saiyo,” ujarnya.
Deddy mengatakan bantuan tersebut disalurkan karena kebutuhan air bersih warga tergolong mendesak. Banjir menyebabkan jaringan Pamsimas yang selama ini menjadi salah satu sumber air bersih masyarakat mengalami kerusakan cukup parah.
“Saking parahnya sampai tidak bisa lagi mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah pelanggannya,” kata Deddy.
Karena pasokan air terputus, pihaknya berinisiatif mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Makanya kita berinisiatif mengantarkan langsung bantuan air bersih,” tambahnya.
Dampak Banjir Meluas
Setelah memimpin pendistribusian air bersih, Deddy turut mendampingi Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Nagari Simpang Tonang.
Rombongan meninjau sejumlah titik yang mengalami dampak cukup parah. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati juga berdialog dengan sejumlah warga yang menjadi korban banjir.
Parulian mengarahkan petugas agar penanganan terhadap warga terdampak diprioritaskan, termasuk pemenuhan kebutuhan bahan pokok dan kebutuhan dasar lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto, mengatakan banjir menyebabkan 17 rumah terendam dan satu warga dilaporkan hilang.
“Terendam banjir sebanyak 17 unit, yakni tujuh rumah di Kampung Parit dan 10 rumah di Tolang Dolok. Sementara satu rumah di Kampung Parit rusak dan tidak dapat ditempati,” ungkap Mardianto, Sabtu (19/9/2026).
Selain rumah warga, banjir juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum, lahan pertanian, kolam ikan dan jaringan air bersih masyarakat.
Kerusakan cukup parah terjadi pada sumber air bersih warga Kampung Parit. Bagian hulu sumber air mengalami kerusakan, sementara Bendungan Aek Koronok Gunung Ledang di Kampung Parit dilaporkan runtuh setelah diterjang banjir.
“Akibatnya, pasokan air bersih untuk warga Kampung Parit terputus,” terang Mardianto.
Penyaluran air bersih oleh Perumda Air Minum Tirta Saiyo menjadi salah satu langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan warga selama jaringan air bersih belum dapat berfungsi kembali.
(Spa)











