KM Virgo Transport 8 Terbalik, Komisi V DPR RI Desak Evaluasi Keselamatan Pelayaran

Berita, Politik, Terbaru668 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com — Di tengah keluarga yang masih menunggu kabar orang-orang tercinta, musibah terbaliknya KM Virgo Transport 8 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Kalimantan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Kapal yang dilaporkan mengangkut ratusan penumpang dan awak kapal tersebut mengalami insiden di tengah laut ketika kondisi gelombang cukup tinggi. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan proses evakuasi dan pencarian korban.

Bagi keluarga penumpang, setiap informasi mengenai kondisi di laut menjadi bagian penting dari harapan mereka. Karena itu, Zigo menilai keselamatan korban dan percepatan proses evakuasi harus menjadi prioritas utama.

“Kami di Komisi V DPR RI sangat prihatin dan terus memantau perkembangan evakuasi korban KM Virgo Transport 8. Keselamatan jiwa penumpang adalah hukum tertinggi yang tidak boleh ditawar-tawar. Kami mendesak agar investigasi menyeluruh segera dilakukan terkait kelaikan kapal serta kesiapan mitigasi darurat saat kejadian,” ujar Zigo Rolanda di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Minta Korban Selamat Dapat Penanganan Memadai

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi perhubungan dan transportasi, Zigo meminta seluruh penumpang dan awak kapal yang berhasil diselamatkan mendapatkan pelayanan medis, bantuan logistik, serta pendampingan psikologis yang memadai.

Menurutnya, penanganan terhadap korban setelah proses penyelamatan merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

“Penanganan pascakejadian juga harus menjadi perhatian, terutama bagi korban yang selamat dan keluarga yang terdampak,” katanya.

Zigo juga menilai insiden tersebut perlu menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap keselamatan pelayaran nasional.

Ia meminta Kementerian Perhubungan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan evaluasi terhadap kelaikan kapal, kelengkapan fasilitas keselamatan, serta kesiapan sistem mitigasi dalam menghadapi kondisi cuaca buruk.

Izin Berlayar Diminta Lebih Ketat

Zigo meminta otoritas pelabuhan memperketat penerbitan izin berlayar dengan mempertimbangkan informasi prakiraan cuaca yang valid dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Otoritas pelabuhan harus lebih ketat dalam menerbitkan izin berlayar dengan berpijak pada data valid prakiraan cuaca dari BMKG guna menghindari kecelakaan serupa akibat gelombang tinggi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan seluruh petugas yang terlibat dalam proses evakuasi.

Menurut Zigo, kecepatan respons dan koordinasi di lapangan menjadi faktor penting dalam upaya menyelamatkan penumpang dan awak kapal.

Komisi V Akan Kawal Evaluasi

Zigo memastikan Komisi V DPR RI akan mengawal proses evaluasi dan investigasi terkait insiden tersebut.

Namun, ia meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab pasti terbaliknya KM Virgo Transport 8 sebelum hasil penyelidikan resmi diterbitkan.

“Kami akan membawa persoalan ini ke dalam agenda pengawasan Komisi V DPR RI untuk memastikan evaluasi berjalan tuntas dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Terkait penyebab pasti tenggelamnya kapal, kita harus menunggu investigasi dari KNKT, apakah memang murni karena faktor cuaca atau ada faktor lain,” pungkasnya.

Hasil investigasi resmi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai rangkaian kejadian, termasuk aspek kelaikan kapal, kondisi pelayaran, faktor cuaca, serta kesiapan sistem keselamatan dan mitigasi darurat.

(DY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *