Pariaman, InvestigasiPublik.com — Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Pariaman, Sumatera Barat, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026).
Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG. Keluhan yang muncul antara lain pusing, mual, hingga muntah.
Sejumlah siswa yang mengonsumsi makanan tersebut disebut mengalami keluhan serupa. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah mengambil langkah dengan memulangkan siswa lebih awal sekitar pukul 13.30 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi yang lebih serius serta memberikan kesempatan kepada siswa mendapatkan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
Jumlah siswa yang mengalami keluhan sementara diperkirakan mencapai sekitar 80 orang. Angka tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan karena belum adanya keterangan resmi mengenai jumlah siswa yang terdampak.
Informasi sementara juga menyebutkan makanan MBG yang dikonsumsi siswa berasal dari salah satu dapur penyedia makanan yang berada di sekitar kawasan Jembatan Kopal, Kota Pariaman.
Penyebab Belum Dipastikan
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut belum diketahui. Belum dapat dipastikan apakah kondisi yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.
Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan para siswa serta pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi, termasuk penelusuran proses pengolahan dan distribusinya.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan dan pemeriksaan secara menyeluruh, terutama terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
InvestigasiPublik.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak MTsN 1 Kota Pariaman, instansi kesehatan, Pemerintah Kota Pariaman, serta pihak penyelenggara program MBG terkait kejadian tersebut.
Berita ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari pihak berwenang.
(Tim)








