Pasar Lagan Terbakar, Siapa Bertanggung Jawab?

Kebakaran Pasar Simpang Lagan Pesisir Selatan dini hari
Foto : Kebakaran di Pasar Simpang Lagan, Punggasan, Kabupaten Pesisir Selatan, yang menghanguskan sejumlah toko saat subuh.

PUNGGASAN, INVESTIGASI PUBLIK – Subuh yang mestinya sunyi berubah menjadi kepanikan di Simpang Lagan, Nagari Punggasan Utara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Sekitar pukul 04.30 WIB, kobaran api tiba-tiba membesar dan melahap deretan toko di kawasan pasar.

Api tidak hanya membakar bangunan. Ia juga melumat harapan para pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas jual beli di pasar tersebut. Dalam hitungan menit, barang dagangan yang menjadi sumber penghasilan sehari-hari berubah menjadi abu.

Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan diterjunkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berdempetan. Warga sekitar turut membantu sebisanya, sebagian menyelamatkan barang, sebagian lagi hanya bisa menyaksikan kobaran yang tak terkendali.

Namun, pertanyaan mendasar muncul: apa penyebab kebakaran ini?
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Dugaan sementara belum disampaikan secara resmi. Kerugian materiil juga masih dalam proses pendataan.

Peristiwa ini membuka ruang evaluasi serius. Apakah sistem instalasi listrik di kawasan pasar telah memenuhi standar keamanan? Apakah tersedia alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai? Apakah ada pengawasan rutin dari instansi terkait?

Kebakaran pasar bukan sekadar peristiwa musibah biasa. Ia menyangkut hajat hidup banyak orang. Tanpa transparansi hasil penyelidikan dan langkah pencegahan yang jelas, kejadian serupa berpotensi terulang.

Investigasi Publik akan terus menelusuri perkembangan kasus ini. Karena di balik setiap kebakaran, selalu ada sebab. Dan di balik setiap sebab, ada tanggung jawab yang harus dijawab.

Penulis: Indit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *