PESSEL, INVESTIGASI PUBLIK – keberhasilan pembangunan saluran irigasi tersier menjadi bukti komitmen Dinas Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
“YA, saat ini, progres pekerjaan telah 100 persen rampung, sebelum dilakukan pembangunan, lahan pertanian di wilayah ini kerap mengalami kekurangan pasokan air, terutama pada musim tanam,” ujar Roni Kepala UPT BPP Pertanian Kecamatan Koto XI Tarusan
Dikatakan Roni, produktivitas tanaman belum mencapai potensi optimal. Setelah saluran selesai dibangun yang dilakukan oleh kelompok tani, distribusi air menjadi lebih lancar, merata, dan efisien, memungkinkan petani mengatur pola tanam secara lebih terencana dan berkelanjutan.
“Dengan berfungsinya saluran irigasi baru ini, potensi peningkatan hasil panen di wilayah layanan dapat mencapai, sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi petani,” katanya.
Lebih lanjut, pembangunan saluran ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, yang menegaskan pentingnya peningkatan jaringan irigasi dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Selain itu, pekerjaan ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar Kegiatan dan Kriteria Pengelolaan Irigasi, yang memastikan seluruh tahapan pembangunan memenuhi standar teknis dan keberlanjutan fungsi jangka panjang.
“Dengan rampungnya pembangunan ini, tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga mewujudkan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan pertanian. Aliran air yang kini menghidupi lahan-lahan produktif menjadi simbol harapan baru bagi pertanian yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya. (Wempi Hardi)













