investigasipublik.com // Payakumbuh
Gelanggang pencak silat Porprov Sumatera Barat XVI 2026 di Gedung Serba Guna Politani Payakumbuh benar-benar menjadi saksi keganasan para pendekar Tanah Datar.
Hingga partai final, Kamis (8/10), kontingen pencak silat Tanah Datar sukses mengguncang persaingan dengan mengoleksi 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Tiga emas sekaligus menjadi bukti bahwa para pesilat Tanah Datar datang bukan sekadar untuk meramaikan arena. Mereka turun dengan target, bertarung habis-habisan dan akhirnya mengibarkan nama Tanah Datar di podium tertinggi.
Tiga keping emas tersebut masing-masing dipersembahkan Alfaruq Maulana Habibi dari kelas I putra, Aulia Refni G dari kelas E putri, dan Yuni Utari dari kelas A putri.
Alfaruq Maulana Habibi tampil perkasa di partai final kelas I putra. Menghadapi pesilat Kota Padang, ia mampu mengamankan kemenangan sekaligus mengunci medali emas untuk Tanah Datar.
Tak kalah impresif, Aulia Refni G juga berhasil menaklukkan atlet Padang Pariaman di kelas E putri. Performa apiknya mengantarkan Tanah Datar kembali berdiri di podium tertinggi.
Sementara Yuni Utari melengkapi pesta emas Tanah Datar. Turun di kelas A putri, Yuni berhasil menundukkan pesilat Kota Payakumbuh dan memastikan emas ketiga bagi kontingen Tanah Datar.
Namun, di balik pesta tiga emas itu, perjuangan para pendekar Tanah Datar juga diwarnai perjuangan keras dan insiden cedera.
Arumi Indriani, yang turun di kelas F putri, harus mengakhiri pertandingan dengan medali perak setelah mengalami cedera pada tangan kanan.
Official tim pencak silat Tanah Datar, Hasrinaldi, SH.I, MH, mengatakan Arumi langsung dilarikan ke rumah sakit begitu pertandingan selesai.
“Arumi langsung kita bawa ke rumah sakit setelah pertandingan. Alhamdulillah, kondisinya tidak fatal,” ujar Hasrinaldi.
Menurutnya, Tanah Datar menurunkan kekuatan penuh dengan 18 atlet untuk 18 kelas yang dipertandingkan. Para atlet tersebut tampil dalam dua kategori, yakni laga atau tanding dan seni.
“Tanah Datar menurunkan 18 atlet untuk 18 kelas. Terbagi dalam dua kategori, yaitu laga atau tanding serta seni. Alhamdulillah, hasil yang kita raih cukup membanggakan,” katanya.
Selain tiga emas dan satu perak, satu medali perunggu juga berhasil diamankan Nafis Amriansyah dari kelas C putra.
Dengan demikian, total koleksi Tanah Datar dari cabor pencak silat pada Porprov XVI kali ini mencapai lima medali: 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Capaian tersebut sekaligus menjadi gambaran kekuatan regenerasi pesilat Tanah Datar. Di tengah ketatnya persaingan antarkabupaten dan kota, para atlet Luhak Nan Tuo mampu menunjukkan mental tanding, teknik dan daya juang hingga babak akhir.
Bagi Hasrinaldi, keberhasilan tersebut merupakan buah dari perjuangan seluruh atlet dan tim yang telah mempersiapkan diri menghadapi Porprov XVI.
“Seluruh atlet sudah memberikan kemampuan terbaik. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Tanah Datar. Mudah-mudahan prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan pencak silat ke depan,” tuturnya.
Tiga emas sudah digenggam. Satu perak dan satu perunggu turut dibawa pulang. Dari gelanggang Politani Payakumbuh, para pendekar Tanah Datar mengirim pesan tegas: mereka datang untuk bertarung, dan pulang membawa prestasi.(DA76)









