Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Tanjung Puting, Kirim 200 Pompa Air

Berita, Nasional, Terbaru199 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian khusus. Pemerintah menyiapkan dukungan tambahan berupa 200 pompa air dan anggaran Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air guna memperkuat upaya pemadaman.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare.

Penanganan saat ini diperkuat melalui satuan tugas darat. Sementara itu, operasi pemadaman melalui udara masih terkendala jarak pandang yang rendah akibat asap tebal.

Presiden menegaskan pentingnya perlindungan kawasan Tanjung Puting karena berstatus taman nasional.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” ujar Prabowo.

Selain penanganan kebakaran, Presiden kembali menyoroti kebutuhan penguatan personel polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di Indonesia. Ia meminta penambahan jumlah dan peningkatan kapasitas personel dilakukan secara bertahap.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Presiden.

Prabowo juga meminta Polri berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan personel polisi hutan melalui pendidikan dan pelatihan.

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” lanjutnya.

Dalam rapat yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa titik-titik kebakaran tersebar di kawasan rawa dan sulit dijangkau kendaraan. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman di lapangan.

Untuk mengatasi persoalan itu, dibutuhkan pompa air berukuran kecil yang dapat digunakan di lokasi sulit dijangkau. Ketika Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 unit pompa, Presiden langsung memutuskan memberikan dukungan sebanyak 200 unit.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.

Selain pompa air, kebutuhan lain adalah pembangunan titik bor untuk memperoleh sumber air. Menurut Pangdam, karakteristik kawasan rawa memungkinkan pengeboran dilakukan pada kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Presiden menyatakan dukungan anggaran Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air.

“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Presiden.

Prabowo juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam proses pembuatan titik bor tersebut. Langkah itu diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar api tidak kembali meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *