Painan, Investigasi Publik–Bentangan jalan nasional yang menghubungkan Padang-Painan-Kambang kini berdenyut dengan semangat baru. Aspal hitam yang merayap mulus bak permadani panjang menjadi saksi perubahan sebuah denyut nadi pembangunan yang menghidupkan harapan masyarakat Pesisir Selatan dan pelaku usaha transportasi.
Ruas strategis yang melintasi Padang-Painan-Kambang ini tak lagi sekadar jalur penghubung, melainkan urat ekonomi yang mengalirkan kehidupan. Proyek pemeliharaan dan pengaspalan ulang yang dilakukan secara bertahap telah mengubah wajah jalan yang dulunya berlubang dan bergelombang menjadi lintasan nyaman, aman, dan efisien.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.3), Yan Purwandi, mengatakan, pada tahun 2026, proyek preservasi jalan nasional ini resmi berjalan dengan dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp47 miliar. Program ini tidak sekadar perbaikan biasa, melainkan bagian dari strategi nasional dalam menjaga kualitas jalan agar tetap mantap, aman, dan berkelanjutan.
“Pekerjaan pemeliharaan rutin sepanjang tahun dan pekerjaan mayor seperti pengaspalan ulang (overlay). Dalam pelaksanaannya, terdapat 10 titik pekerjaan utama dengan penambahan dua lapis aspal, serta satu titik pelebaran jalan guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengguna,”ujarnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalan tidak hanya mulus secara fisik, tetapi juga memiliki daya tahan terhadap beban kendaraan dan kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah pesisir Sumatera Barat, ungkapnya.
Yan Purwandi menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Jalan yang baik diyakini mampu mempercepat distribusi barang, menurunkan biaya logistik, serta membuka akses lebih luas ke sektor pariwisata dan pelayanan masyarakat.
Ruas Padang-Painan-Kambang sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan Pesisir Selatan yang dikenal sebagai sentra hasil perikanan, pertanian, dan destinasi wisata unggulan.
Yan Purwandi menjelaskan, pelaksanaan proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 310 hari, dimulai sejak akhir Februari hingga Desember 2026. Selama masa pekerjaan, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas dan memahami adanya potensi gangguan sementara demi hasil akhir yang lebih baik.
BPJN bersama kontraktor pelaksana PT Citra Muda Noer Bersaudara hingga konsultan pengawas PT Dwikarsa Envacotama KSO PT Cipta Strada KSO dan PT Laras Sembada, memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis yang ditetapkan. Selain itu, keterlibatan masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi bagian penting dalam mengawal transparansi dan kualitas proyek.
Dengan adanya program ini, masyarakat berharap kondisi jalan semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan yang mulus tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, imbuhnya.
Program preservasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur terus berjalan untuk mendukung konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat, khususnya di jalur strategis Pesisir Selatan.
Dalam kesempatan itu, Pengawas Lapangan PT Citra Muda Noer Bersaudara, Joni Aprison mengatakan, seluruh proses pengerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Mulai dari tahap pembersihan badan jalan, penghamparan material, hingga pemadatan menggunakan alat berat modern dilakukan secara ketat dan diawasi oleh konsultan pengawas independen.
“Kami berkomitmen memberikan hasil terbaik. Kualitas menjadi prioritas utama agar jalan ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan material aspal berkualitas tinggi dan teknologi penghamparan terbaru disebut menjadi faktor penting dalam menjaga mutu pekerjaan. Pihaknya juga memastikan pekerjaan dilakukan secara bertahap guna meminimalkan gangguan terhadap aktivitas pengguna jalan.
“Sekarang perjalanan terasa lebih cepat dan nyaman. Biaya operasional kendaraan juga berkurang,” ungkap salah seorang sopir angkutan antar kota, Ayi (35) yang rutin melintasi jalur tersebut. Senyumnya merekah, seiring roda kendaraan yang kini melaju tanpa hambatan berarti.
Katanya, tak hanya sopir, para pengusaha transportasi pun merasakan angin segar. Efisiensi waktu tempuh dan penghematan biaya perawatan kendaraan menjadi keuntungan nyata. Jalur logistik yang sebelumnya kerap tersendat kini kembali lancar, mempercepat distribusi barang dari kota ke nagari hingga pelosok.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, pemulusan jalan ini menghadirkan geliat ekonomi yang terasa hingga ke warung kecil di pinggir jalan. Pedagang kopi, penjual makanan ringan, hingga pemilik bengkel kecil turut merasakan berkah dari meningkatnya arus lalu lintas.
Di balik hamparan aspal yang kini mengilap, terdapat komitmen kuat pemerintah melalui satuan kerja terkait untuk memastikan jalan nasional tetap dalam kondisi mantap. Upaya ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan keadilan pembangunan dan konektivitas antar wilayah.
Seorang tokoh masyarakat di, Kecamata Koto XI Tarusan, Edi (62) menuturkan dengan penuh harap,” Jalan ini adalah urat nadi kami. Ketika ia mulus, ekonomi kami ikut bergerak, kehidupan kami ikut tumbuh.” Ujarnya.
“Dulu banyak kendaraan enggan berhenti karena jalan rusak dan macet. Sekarang sudah mulus, pembeli mulai ramai lagi,” ujar Rina (43), pedagang makanan di pinggir jalan nasional Berlan.
Tidak hanya pedagang, para sopir angkutan umum dan logistik juga merasakan dampak positif. Waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya operasional dapat ditekan, sehingga distribusi barang menjadi lebih efisien.
“Kami sangat terbantu. Jalan bagus berarti kendaraan tidak cepat rusak dan perjalanan lebih aman,” kata Andi, seorang sopir truk lintas kabupaten.
Pengamat ekonomi daerah Randi Permana menilai, infrastruktur jalan yang baik memiliki efek berantai terhadap peningkatan aktivitas ekonomi. Kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat akan mendorong pertumbuhan usaha kecil di sepanjang jalur strategis tersebut.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, masyarakat berharap perawatan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Pemerintah pun diharapkan tetap konsisten menjaga kualitas jalan nasional sebagai urat nadi perekonomian daerah.













