Solok, InvestigasiPublik.com — Peran Bundo Kanduang kembali diperkuat sebagai bagian penting dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau sekaligus membentuk karakter generasi muda. Penguatan tersebut dibahas dalam sosialisasi peningkatan peran Bundo Kanduang di Gedung Pertemuan Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026).
Sebanyak 34 anggota Bundo Kanduang Nagari Supayang mengikuti kegiatan yang membahas berbagai aspek, mulai dari adat, peran keluarga, kehidupan sosial kemasyarakatan hingga keterlibatan perempuan dalam membina generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Wirasto, S.H., Ketua LKAAM Kabupaten Solok Drs. Reflidon Dt. Kayo, Kapolsek Payung Sekaki, Wali Nagari Supayang Darmansyah, Ketua KAN Supayang, Ketua BMM, serta sejumlah unsur terkait.
Wali Nagari Supayang Darmansyah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas Bundo Kanduang penting dilakukan karena perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga dan kehidupan masyarakat nagari.
Ia mengatakan Bundo Kanduang tidak hanya menjadi bagian dari struktur adat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membimbing anak kemenakan dan generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan peran Bundo Kanduang dalam membimbing generasi muda. Nilai adat dan budaya harus tetap dijaga, terutama melalui keluarga,” ujar Darmansyah.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai tersebut perlu terus ditanamkan agar generasi muda tetap memiliki identitas di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua LKAAM Kabupaten Solok Drs. Reflidon Dt. Kayo menyoroti pentingnya pemahaman terhadap kedudukan Bundo Kanduang dalam struktur sosial dan adat Minangkabau.
Dalam pemaparannya, Reflidon menjelaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki fungsi penting dalam kaum dan nagari, termasuk memberikan keteladanan serta membimbing anak kemenakan.
“Bundo Kanduang memiliki peran yang sangat penting dalam kaum dan nagari. Karena itu, keberadaan Bundo Kanduang harus mampu memberikan keteladanan, membimbing anak kemenakan, serta ikut menjaga nilai-nilai adat dan budaya,” jelasnya.
Reflidon berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menghasilkan pemahaman dan program nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolsek Payung Sekaki memberikan pembekalan mengenai peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Kapolsek menekankan pentingnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga, terutama untuk mencegah anak-anak dan remaja terjerumus dalam pergaulan berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak dan generasi muda terpengaruh pergaulan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba. Pengawasan dan komunikasi dalam keluarga harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Menurutnya, Bundo Kanduang dapat mengambil peran dalam upaya pencegahan tersebut karena memiliki kedekatan dengan keluarga dan lingkungan sosial masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini mempertemukan unsur pemerintah, lembaga adat, dan kepolisian dalam membahas penguatan peran perempuan dalam kehidupan nagari.
Sinergi ketiga unsur tersebut diharapkan dapat dilanjutkan melalui program kerja nyata Bundo Kanduang Nagari Supayang, khususnya dalam menjaga adat, membangun ketahanan keluarga, dan membina generasi muda.





