KONI Pasaman Minta Jadwal Porprov XVI Digelar November 2026

Berita, Olahraga, Terbaru432 Dilihat

Pasaman, InvestigasiPublik.com — KONI Kabupaten Pasaman meminta jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 disesuaikan dari 2–14 Oktober menjadi November 2026.

Usulan itu disampaikan bukan karena Pasaman menolak mengikuti Porprov. KONI Pasaman justru menyatakan tetap siap mengirimkan kontingen, tetapi membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan, termasuk administrasi, pendanaan, kesiapan atlet dan pelatih.

Ketua Umum KONI Kabupaten Pasaman, SY. Ade Herman, SH, mengatakan persiapan kontingen telah dilakukan bersama cabang olahraga sejak beberapa bulan terakhir.

“Kami tegaskan bahwa KONI Pasaman siap mengikuti Porprov XVI Tahun 2026. Persiapan sudah kami lakukan secara bertahap bersama seluruh cabang olahraga. Yang kami harapkan adalah adanya penyesuaian waktu pelaksanaan ke bulan November agar seluruh tahapan yang masih berjalan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Ade Herman.

Menurutnya, penyesuaian jadwal akan memberikan ruang bagi daerah peserta untuk memastikan kebutuhan kontingen terpenuhi tanpa harus mengejar waktu secara terburu-buru.

“Ini bukan soal Pasaman siap atau tidak siap. Pasaman siap. Tetapi kami ingin seluruh proses yang sudah direncanakan dapat berjalan secara baik, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena Porprov adalah agenda olahraga terbesar tingkat provinsi yang menyangkut kepentingan seluruh kabupaten dan kota,” katanya.

Sekitar 400 Atlet Sudah Jalani Tes Fisik

KONI Pasaman menyebut sejumlah tahapan persiapan telah berjalan. Sejak Mei 2026, sekitar 400 atlet dari 22 cabang olahraga mengikuti tes kondisi fisik di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping.

Untuk Porprov XVI, Pasaman mempersiapkan keikutsertaan pada 28 cabang olahraga dengan kekuatan sekitar 280 atlet, pelatih, dan ofisial. Dari hasil verifikasi bersama cabang olahraga, kontingen Pasaman menargetkan 20 medali emas, 30 perak, dan 48 perunggu.

Selain persiapan teknis, KONI juga melakukan koordinasi untuk kebutuhan pendukung kontingen, termasuk jaminan kesehatan bagi atlet, pelatih, dan ofisial.

“Semua ini merupakan bukti bahwa kita tidak tinggal diam. Tahapan persiapan sudah berjalan. Pengurus cabor, pelatih dan atlet sudah bekerja. Karena itu kami ingin seluruh persiapan tersebut diberikan waktu yang cukup agar hasilnya benar-benar maksimal,” jelasnya.

Soroti Sinkronisasi Anggaran

Ade Herman juga menyoroti kebutuhan sinkronisasi antara jadwal Porprov dengan penganggaran pemerintah daerah.

Pemkab Pasaman, menurut KONI, telah menyiapkan hibah sebesar Rp2.499.427.500 untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada Porprov XVI.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman sudah sangat jelas dalam mendukung olahraga dan kontingen Pasaman. Yang perlu kita pastikan adalah seluruh proses administrasi dan pencairan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia mengatakan tambahan waktu hingga November dapat dimanfaatkan untuk menyelaraskan kesiapan pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, atlet, dan kebutuhan kontingen lainnya.

KONI Pasaman juga menyebut usulan tersebut sejalan dengan aspirasi sejumlah KONI kabupaten/kota di Sumatera Barat yang sebelumnya mengusulkan perubahan jadwal menjadi 10–22 November 2026.

Persiapan Tetap Berjalan

Meski jadwal pelaksanaan masih menjadi pembahasan, KONI Pasaman memastikan persiapan atlet tidak dihentikan.

“Kami tetap bekerja. Persiapan atlet tetap berjalan, koordinasi dengan cabor tetap dilakukan, administrasi tetap kita siapkan. Sambil menunggu keputusan mengenai jadwal, kita tidak boleh kehilangan waktu,” kata Ade Herman.

Ia berharap keputusan mengenai jadwal Porprov mempertimbangkan kesiapan seluruh daerah peserta dan kebutuhan penyelenggaraan.

“Kami mendukung Porprov tetap dilaksanakan pada tahun 2026. Kami hanya mengharapkan penyesuaian waktu ke bulan November. Tujuannya sederhana, agar seluruh tahapan dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak ada yang terkesan dipaksakan,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi perhatian bukan sekadar pelaksanaan Porprov, tetapi bagaimana seluruh proses penyelenggaraan dapat berlangsung tertib, aman, transparan, dan memberikan kesempatan yang memadai bagi atlet untuk berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *