Tiga Kepala Sekolah, Satu Perjuangan: SDN 04 Tanjung Bangkit dengan Revitalisasi Rp1 Miliar

Pendidikan197 Dilihat

investigasipublik.com // Tanah Datar

Di balik bangunan sekolah yang kini berdiri lebih layak, tersimpan perjuangan panjang yang tidak berhenti meski kepemimpinan berganti. UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, akhirnya menuntaskan revitalisasi senilai Rp1,003 miliar setelah melewati proses yang melibatkan tiga kepala sekolah, mulai dari pengusulan bantuan hingga penyelesaian pembangunan.

Bagi sekolah ini, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki atap, ruang kelas, dan fasilitas penunjang. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menghadirkan harapan baru bagi siswa untuk belajar dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus memberikan ketenangan kepada guru dan orang tua.

Keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat menghadiri Open House Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 di UPT SDN 04 Tanjung, Kamis (15/10/2026).

Eka Putra menilai, tuntasnya pembangunan di tengah pergantian kepala sekolah merupakan bukti pentingnya kebersamaan dan kesinambungan program. Ketika setiap pihak menjalankan perannya, perubahan kepemimpinan tidak harus menjadi penghalang bagi penyelesaian pekerjaan.

“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus berorientasi pada kebutuhan nyata peserta didik. Sekolah yang aman dan nyaman merupakan bagian penting dari upaya menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.

Sebab, di ruang-ruang kelas itulah anak-anak menimba ilmu, membangun cita-cita, dan mempersiapkan masa depan mereka.

129 Sekolah Terima Bantuan, Fasilitas Harus Dijaga

Pada kesempatan tersebut, Eka Putra menyampaikan bahwa Kabupaten Tanah Datar memperoleh bantuan revitalisasi untuk 129 sekolah. Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI itu menjadi dukungan penting bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas perhatian yang diberikan kepada sektor pendidikan di Tanah Datar.

Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat memperoleh fasilitas belajar yang memadai.

Namun, Eka Putra mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya ditandai dengan selesainya pekerjaan fisik. Fasilitas yang telah dibangun harus dirawat, dijaga, dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.

Kepala sekolah, guru, dan komite juga diminta memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta mempersiapkan usulan kebutuhan sarana dan prasarana lainnya melalui program yang tersedia.

Di tengah perkembangan teknologi digital, ia turut mengingatkan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua, pemerintah nagari, kecamatan, Forkopimcam, dan seluruh unsur masyarakat.

Eka Putra juga mendorong keberlanjutan program tahfiz Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.

Berawal dari Atap Roboh, Kini Sekolah Lebih Layak

Kepala UPT SDN 04 Tanjung, Desi Asrianti, mengungkapkan bahwa perjuangan mendapatkan revitalisasi bermula dari kerusakan bangunan akibat hujan deras pada akhir November 2025.

Saat itu, atap salah satu ruang kelas roboh dan bagian plafon ikut ambruk pada malam hari. Beruntung, kejadian tersebut tidak berlangsung ketika siswa sedang mengikuti pembelajaran.

Peristiwa itu menjadi pengingat betapa pentingnya kondisi bangunan sekolah yang aman. Kerusakan bukan hanya menyangkut kenyamanan, melainkan juga menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari datang untuk belajar.

Pihak sekolah kemudian melakukan koordinasi dan menempuh tahapan pengusulan bantuan hingga akhirnya memperoleh program revitalisasi pada 2026.

Dengan anggaran sebesar Rp1.003.555.885, pembangunan mencakup rehabilitasi enam ruang kelas senilai Rp677.363.977, perbaikan ruang administrasi, dua ruang kantor di gedung atas dan gedung bawah, pembangunan ruang musala, toilet siswa di kedua gedung, rehabilitasi rumah guru, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Perubahan itu membawa manfaat langsung bagi aktivitas warga sekolah. Sebelum revitalisasi, guru yang bertugas di gedung bawah harus menuju gedung atas untuk menggunakan toilet. Kini, fasilitas tersebut tersedia di kedua gedung sehingga lebih mudah dijangkau.

Pekerjaan dimulai pada 5 Mei 2026 dan berhasil diselesaikan pada awal September 2026, setelah melalui tahapan pengukuran, perencanaan, dan penyesuaian dengan petunjuk teknis.

Tiga Kepala Sekolah, Perjuangan yang Tidak Terputus

Salah satu sisi menarik dari revitalisasi SDN 04 Tanjung adalah keterlibatan tiga kepala sekolah dalam tahapan berbeda.

Akmal mengawali perjuangan pengusulan bantuan. Proses kemudian berlanjut pada masa Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah, Mardalenis, sebelum akhirnya dituntaskan di bawah kepemimpinan Desi Asrianti.

Estafet kepemimpinan itu menunjukkan bahwa upaya membenahi sekolah membutuhkan proses dan komitmen yang berkelanjutan. Apa yang dimulai oleh satu pihak dilanjutkan pihak berikutnya hingga hasilnya dapat dinikmati bersama.

“Dalam proses pembangunan ini, ada tiga kepala sekolah yang terlibat pada tahapan berbeda. Ada yang memperjuangkan dan memulai prosesnya, ada yang melanjutkan ketika pembangunan berlangsung, dan saya mendapat bagian pada tahap akhir,” ungkap Desi.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, komite sekolah, panitia pembangunan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya revitalisasi tersebut.

Bagi Desi, keberhasilan ini bukan semata-mata tentang bangunan yang telah diperbaiki, melainkan tentang terbukanya kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dalam lingkungan yang lebih baik.

Ketika fasilitas sekolah semakin memadai, guru dapat menjalankan tugas dengan lebih nyaman dan siswa memiliki lingkungan yang lebih mendukung untuk berkembang.

Revitalisasi Harus Berujung pada Mutu Pendidikan

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemenuhan Standar Nasional Pendidikan, khususnya standar sarana dan prasarana.

Program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang terdampak bencana, tetapi juga dilaksanakan melalui skema reguler untuk memperluas peningkatan fasilitas pendidikan secara bertahap.

Iryasman meminta pengawas dan kepala sekolah memastikan data peserta didik serta kondisi sarana dan prasarana selalu diperbarui. Data yang akurat diperlukan untuk mendukung proses pengusulan bantuan revitalisasi pada tahun berikutnya.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan fasilitas sekolah mengikuti standar yang telah ditetapkan, termasuk penyediaan toilet dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Rampungnya revitalisasi SDN 04 Tanjung menjadi langkah penting dalam memperbaiki lingkungan pendidikan. Namun, pekerjaan sesungguhnya tidak berhenti ketika pembangunan selesai.

Fasilitas yang lebih baik harus diikuti dengan pemeliharaan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kepedulian seluruh pihak terhadap kebutuhan peserta didik.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan sekolah bukan hanya diukur dari kokohnya bangunan atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi anak-anak yang setiap hari menggantungkan harapan dan masa depan mereka di bangku pendidikan(DA76)