investigasipublik.com // Tanah Datar
Perjuangan atlet, pelatih, dan ofisial kontingen Tanah Datar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 harus diikuti dengan penghargaan yang jelas. Karena itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM, meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) segera memastikan kebutuhan bonus terdata secara menyeluruh, termasuk menghitung kemungkinan kekurangan anggaran dan menyiapkan langkah penyelesaiannya.
Penegasan tersebut disampaikan Eka Putra saat mengunjungi Kantor KONI Tanah Datar di Jalan Belakang Benteng, Kampung Baru, Batusangkar, Rabu (14/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Parpora, Inhendri Abbas Dt. Rajo Tan Basa, dan disambut Ketua KONI Tanah Datar, Novitra Kemala.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Parpora telah menyediakan anggaran Rp2 miliar untuk bonus atlet, pelatih, dan ofisial yang berpartisipasi dalam Porprov XVI Sumatera Barat tahun ini.
Meski demikian, Bupati meminta Dinas Parpora tidak hanya berpatokan pada anggaran yang tersedia, tetapi juga segera menghitung kebutuhan riil berdasarkan pendataan yang akurat. Jika terdapat kekurangan, laporan harus disampaikan paling lambat Rabu sore agar pemerintah daerah dapat mempertimbangkan solusi yang memungkinkan.
Arahan tersebut menempatkan Dinas Parpora sebagai ujung tombak dalam menindaklanjuti persoalan bonus, mulai dari pendataan penerima, penghitungan kebutuhan anggaran, hingga penyusunan mekanisme pembagian.
Eka Putra juga menekankan bahwa transparansi harus menjadi prinsip utama. Seluruh cabang olahraga (cabor) diminta dilibatkan dalam pembahasan mekanisme pembagian bonus agar prosesnya terbuka, memiliki kejelasan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterbukaan itu penting untuk memastikan setiap cabor memahami mekanisme yang diterapkan serta menghindari kesalahpahaman dalam proses pemberian penghargaan kepada para insan olahraga.
Kekurangan Anggaran Akan Ditindaklanjuti
Kepala Dinas Parpora Tanah Datar, Inhendri Abbas Dt. Rajo Tan Basa, menyatakan siap menindaklanjuti instruksi Bupati dengan berkoordinasi bersama KONI dan seluruh cabor untuk memastikan kebutuhan bonus dapat dihitung secara menyeluruh.
Apabila anggaran yang tersedia belum mencukupi, pihaknya akan mengupayakan penambahan melalui APBD Induk Tahun Anggaran 2027 sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.
Inhendri juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai mekanisme pembagian bonus akan dilakukan dengan mengundang seluruh cabor. Dengan demikian, proses tersebut diharapkan berlangsung transparan dan memberikan kejelasan kepada seluruh pihak yang terlibat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan penghargaan bagi kontingen dengan kemampuan keuangan daerah, tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
174 Medali Jadi Bukti Perjuangan Kontingen
Sementara itu, Ketua KONI Tanah Datar, Novitra Kemala, mengapresiasi kunjungan Bupati Eka Putra yang secara langsung memberikan perhatian terhadap persoalan bonus atlet. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar atas dukungan terhadap kontingen selama mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
Novitra menilai capaian kontingen merupakan hasil kerja keras bersama antara atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
Pada ajang tersebut, kontingen Tanah Datar berhasil mengoleksi 174 medali, terdiri atas 42 emas, 51 perak, dan 81 perunggu. Perolehan tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tanah Datar sekaligus menunjukkan kontribusi para atlet dalam mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Novitra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang maksimal. Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap olahraga terus berlanjut, baik dalam pembinaan maupun pemberian penghargaan atas prestasi yang diraih.
Dengan raihan 174 medali tersebut, penyelesaian persoalan bonus menjadi bagian penting dari tindak lanjut pasca-Porprov. Pendataan kebutuhan, penanganan kekurangan anggaran, dan keterbukaan mekanisme pembagian kini menjadi pekerjaan yang perlu dituntaskan bersama.
Bagi Tanah Datar, prestasi bukan sekadar hitungan medali. Penghargaan yang dikelola secara transparan dan sesuai ketentuan juga menjadi bagian penting dalam menjaga semangat atlet sekaligus memperkuat pembinaan olahraga ke depan.(DA76)
