Dony Oskaria Tak Ingin Anak Penghuni Huntara Senen Kehilangan Kesempatan Mengenyam Pendidikan

Berita, Nasional, Terbaru96 Dilihat

Jakarta, InvestigasiPublik.com – Di balik hunian sementara yang kini menjadi tempat tinggal warga eks bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, ada harapan besar yang ingin dijaga: masa depan anak-anak mereka. Bukan hanya soal tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga kesempatan untuk mengenyam pendidikan dan meraih kehidupan yang lebih baik.

Hal tersebut menjadi perhatian Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, saat mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) Senen, Selasa (3/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dony menegaskan bahwa akses pendidikan harus dapat dinikmati seluruh anak Indonesia, tanpa terkendala latar belakang keluarga maupun persoalan administrasi tempat tinggal.

“Concern kita sebetulnya bahwa akses pendidikan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Dony.

Menurutnya, sebagian besar anak yang tinggal di Huntara Senen nantinya diarahkan untuk mengikuti pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait persyaratan alamat tempat tinggal.

Dony mengaku menerima masukan mengenai beberapa anak yang tidak dapat masuk ke sekolah karena alamat tempat tinggal mereka masih tercatat di kampung asal.

Persoalan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Baginya, urusan administrasi wilayah maupun sistem zonasi semestinya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh hak pendidikan.

“Ada juga tadi beberapa concern, karena alamat mereka kan di kampung, tidak bisa masuk ke sini, nanti kita akan urus. Tujuannya bukan zoning-zoning itu, semua rakyat, anak-anak kita itu harus bisa mendapatkan akses pendidikan yang baik,” ujarnya.

Dony menegaskan, penataan kehidupan warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api tidak berhenti pada penyediaan hunian sementara. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni memastikan generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ia menyebutkan, sebagian besar penghuni Huntara Senen saat ini bekerja sebagai pemulung. Mereka tetap dapat melanjutkan pekerjaan tersebut. Namun, menurut Dony, masa depan anak-anak mereka harus mendapat perhatian agar memiliki kesempatan pendidikan yang lebih baik.

Karena itu, lingkungan tempat tinggal yang sehat, kesempatan bersosialisasi, serta akses pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan warga di Huntara.

“Kita akan petakan. Sebagian besar dari saudara-saudara kita ini kan pemulung, dan mereka cukup bahagia dengan pekerjaan itu, tetapi tentu yang generasi berikutnya ini yang kita pastikan mereka bersekolah dengan baik,” ungkap Dony.

Melalui perhatian terhadap pendidikan tersebut, Dony ingin memastikan bahwa anak-anak penghuni Huntara Senen tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Sebab, di tengah upaya menata kehidupan orang tua mereka, pendidikan menjadi salah satu bekal penting bagi generasi berikutnya.