Padang, InvestigasiPublik.com — Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 Saraso Fest resmi berakhir pada Jumat (2/10/2026) malam. Selama lima hari, kegiatan yang digelar sejak 28 September 2026 tersebut menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisi dan modern di Taman Budaya Sumatera Barat.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid. Ia menyebut PKD 2026 menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan inovasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan dan pengembangan kebudayaan daerah.
“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang ambil bagian dalam Pekan Kebudayaan Daerah ini, termasuk kepada kabupaten/kota yang mengirimkan seni sanggar tradisi,” ujar M. Devid saat menutup kegiatan.
Menurutnya, berakhirnya rangkaian utama PKD 2026 pada Jumat malam bukan berarti seluruh aktivitas kebudayaan di Taman Budaya langsung berhenti. Sejumlah kegiatan masih dapat disaksikan masyarakat hingga Sabtu (3/10/2026).
Pada hari terakhir rangkaian pertunjukan, Saraso Fest menghadirkan sejumlah penampilan, di antaranya Tari Piriang Ateh Karambia, komposisi musik Soundenai karya Fadil Asy’ari, Skola Art Fest SMA 1 Pariangan, pertunjukan Randai dari Kabupaten Lima Puluh Kota, serta penampilan grup Million Hope sebagai guest star.
Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan beragam bentuk ekspresi seni kepada masyarakat, mulai dari kesenian tradisi hingga pertunjukan musik dan seni kontemporer.
Antusiasme masyarakat tetap terlihat meski hujan deras mengguyur kawasan Taman Budaya Sumatera Barat. Penonton tetap bertahan untuk menyaksikan sejumlah pertunjukan yang disuguhkan dalam rangkaian Saraso Fest 2026.
Kegiatan PKD 2026 Saraso Fest diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertunjukan tahunan, tetapi menjadi ruang pertemuan bagi pelaku seni, sanggar, komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terus menjaga keberlangsungan kebudayaan Sumatera Barat.
