KONI Pessel Usulkan Porprov XVI Diundur, Persiapan Kontingen Dinilai Belum Optimal

Berita, Olahraga, Terbaru417 Dilihat

Pessel, InvestigasiPublik.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan bersama seluruh pengurus cabang olahraga (Pengcab) mengusulkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 ditunda.

Usulan tersebut muncul setelah KONI dan Pengcab melakukan rapat koordinasi terkait kesiapan kontingen Pesisir Selatan. Porprov XVI sebelumnya dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, peserta sepakat mengusulkan perubahan jadwal menjadi 1–12 Desember 2026.

Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli mengatakan, tambahan waktu diperlukan untuk menuntaskan sejumlah kebutuhan sebelum kontingen diberangkatkan. Persiapan tersebut mencakup administrasi, anggaran, atlet, pelatih, ofisial, perlengkapan pertandingan hingga kebutuhan teknis lainnya.

“Kami tetap mendukung penuh pelaksanaan Porprov. Yang kami harapkan adalah adanya penyesuaian jadwal sehingga seluruh persiapan kontingen dapat dilakukan dengan baik,” kata Adli.

Menurutnya, usulan penundaan bukan keputusan sepihak KONI. Kesepakatan tersebut diambil bersama seluruh Pengcab yang hadir dalam rapat koordinasi dan diperkuat dengan tanda tangan pimpinan cabang olahraga dalam daftar hadir.

Bukan Karena Anggaran

Adli menegaskan, permintaan penundaan bukan disebabkan tidak adanya dukungan pemerintah daerah maupun ketiadaan anggaran.

Sebelumnya, pengurus KONI telah bertemu Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni untuk membahas kesiapan daerah menghadapi Porprov XVI.

Dalam pertemuan itu, menurut Adli, Bupati memberikan ruang kepada KONI dan Pengcab untuk menyampaikan kondisi masing-masing serta menentukan opsi terkait kesiapan kontingen.

“Pak Bupati memberikan ruang kepada kita semua untuk memilih opsi terbaik. Beliau tidak mengintervensi kebijakan yang lahir dari pembahasan KONI bersama cabang olahraga,” ujarnya.

Ruang tersebut kemudian menjadi dasar bagi KONI dan Pengcab untuk membahas kesiapan kontingen secara lebih menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan Ronald Bernando memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap keikutsertaan kontingen tetap tersedia.

Pemkab Pesisir Selatan telah mengalokasikan anggaran Rp2,185 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung keikutsertaan daerah pada Porprov XVI.

“Untuk pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, pemerintah daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp2.185.000.000 pada APBD Perubahan Tahun 2026,” kata Ronald.

Ia menyebut anggaran tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kontingen Pesisir Selatan. Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti mekanisme pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku.

“Setiap penggunaan anggaran tentu harus melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku. Dukungan pemerintah daerah sudah tersedia, tetapi pelaksanaannya tetap harus tertib administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Minta Waktu Persiapan Ditambah

Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, persoalan yang menjadi perhatian KONI dan Pengcab adalah waktu persiapan yang dinilai belum memadai.

Adli mengatakan, tambahan waktu akan digunakan untuk mematangkan persiapan atlet sekaligus menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis dan administrasi kontingen.

“Penyesuaian jadwal akan memberikan waktu yang lebih memadai bagi KONI dan seluruh cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet, menyelesaikan administrasi, serta memenuhi berbagai kebutuhan kontingen sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Menurut Adli, persiapan yang lebih panjang diperlukan agar kontingen Pesisir Selatan tidak sekadar memenuhi keikutsertaan, tetapi dapat menjalani pertandingan dengan persiapan yang lebih matang.

KONI Pesisir Selatan selanjutnya berharap usulan tersebut dipertimbangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan KONI Sumatera Barat dalam pembahasan jadwal Porprov XVI.

Adli memastikan Pesisir Selatan tetap berkomitmen mengikuti Porprov XVI, terlepas dari keputusan akhir mengenai perubahan jadwal.

“Kami berharap ada penyesuaian jadwal agar persiapan atlet dan seluruh kebutuhan kontingen dapat dilaksanakan secara matang,” ucapnya.