Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, AQI Capai 203 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Berita, Nasional, Terbaru383 Dilihat

Pekanbaru, InvestigasiPublik.com — Kabut asap cukup tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa (15/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Jenderal Sudirman.

Pantauan di kawasan Jalan Sudirman menunjukkan sejumlah pengendara mengenakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang berkabut.

Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan kualitas udara Pekanbaru yang tercatat berada pada kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan data kualitas udara yang diperbarui pukul 09.00 WIB, Selasa (15/9/2026), Air Quality Index (AQI) berada di angka 203.

Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 127,7 µg/m³. Pada waktu yang sama, suhu udara tercatat sekitar 30 derajat Celsius, kecepatan angin 8 kilometer per jam, dan kelembapan 63 persen.

Kabut asap tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Sumatera. Data pemantauan BMKG yang diperbarui pada 15 September 2026 mencatat sebanyak 4.127 titik panas di Pulau Sumatera.

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah provinsi, yakni Jambi 285 titik, Bengkulu 31 titik, Lampung 468 titik, Sumatera Selatan 2.878 titik, Sumatera Barat 24 titik, Sumatera Utara 12 titik, Kepulauan Riau 15 titik, Bangka Belitung 318 titik, serta Riau 96 titik.

Untuk wilayah Riau, titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 70 titik.

Selanjutnya, Kota Dumai tercatat 7 titik, Pelalawan 6 titik, Kampar 4 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Siak 2 titik, Bengkalis 1 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, dan Rokan Hulu 1 titik.

Kondisi kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikel polutan saat kondisi udara memburuk.